Pemanasan global sedang terjadi, beberapa tahun lalu istilah ini hanya sebuah wacana, tetapi sekarang bukti-bukti yang nyata terpampang di hadapan kita. Berbagai bencana muncul karenanya, mulai dari mencairnya es di Amerika Utara, hilangnya gletser di pegunungan Alpen Eropa, badai dan kekeringan yang tidak biasa di mediterania, angin ribut, tanah longsor dan banjir di Asia Tenggara serta Amerika Latin (Pred Pierce, 2002). Faktor-faktor yang menyebabkan pemanasan global sangat kompleks dan saling berkaitan dan dampak kombinasinya sulit diprediksi. Memang tidak seorangpun yang dapat menduga masa depan dengan tepat, namun minimal dengan mengetahui penyebabnya, kita dapat mencegah kondisi menjadi lebih parah dan sebaiknya berupaya menguranginya.
Pendahuluan
Peningkatan jumlah karbondioksida pada atmosfer bumi yang ditemukan para ahli dari tahun 1980an ternyata benar akan membawa dampak peningkatan suhu bumi yang dikenal dengan istilah pemanasan global (global warming).
Jauh sebelum global warming terkenal, masyarakat dunia telah mengetahui istilah penipisan (reduksi) lapisan ozon di stratosfer yang merupakan lapisan kedua setelah troposfer yang berfungsi sebagai penyaring beberapa ultraviolet keras dari radiasi matahari yang dapat menyebabkan kanker kulit, peningkatan penyakit katarak, menurunkan sistem kekebalan tubuh, turunnya jumlah plankton di laut dan penurunan hasil pertanian (Tjasyono, 2007).
Semua hal tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia yang mencemari atmosfer bumi dengan berbagai macam zat buangan sejenis karbondioksida. Kondisi ini diperparah dengan penggundulan hutan yang merupakan penyerap karbondioksida terbesar dan penghasil oksigen untuk bernafas.
Efek pencemaran udara karena aktivitas manusia terutama dari daerah padat penduduk mempunyai beberapa tingkatan, mulai dari perubahan komposisi gas seperti menipisnya ozon sampai kepada peningkatan suhu.
Efek Rumah Kaca
Sebagian besar ilmuan berpendapat bahwa efek rumah kaca menyebabkan pemanasan global. Gas rumah kaca yang mempertahankan suhu bumi agar tetap seimbang adalah uap air dan karbondioksida, tanpa adanya gas rumah kaca sebagai selimut, permukaan bumi akan membeku.
Namun demikian seperti yang diterangkan sebelumnya, akibat ulah manusia, terjadi penambahan gas rumah kaca yang sangat cepat di atmosfer kita sehingga suhu bumi meningkat dengan cepat juga.
Perubahan Ekosistem.
Dua bahaya pemanasan global yaitu iklim yang berubah dan kenaikan permukaan air laut. Kecepatan perubahan iklim yang terjadi ternyata melebihi kemampuan alam beradaptasi. Peningkatan suhu menyebabkan kekeringan yang lebih panjang, berkurangnya keanekaragaman makhluk hidup dalam hutan, dan bertambah luasnya daerah gurun, dan sejumlah habitat musnah.
Setelah kekeringan dahsyat yang melanda Amerika Serikat tahun 1988, PBB membentuk panel diskusi ilmiah untuk meneliti pemanasan global dan apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya yang disebut IPCC yaitu Intergovermental Panel on Climate Changes (Wibowo, 2002).
Segalanya dapat terelakkan
Berbagai upaya para ahli dilakukan untuk membuat suatu kesepakatan bersama demi keseimbangan planet ini, seperti protocol Kyoto 1997, dan KTT Bumi (Earth Summit) yang terakhir juga telah dilaksanakan di Bali awal tahun 2008. Kita juga pernah melihat bermacam film tentang pemanasan global seperti “water world” yang menggambarkan tenggelamnya dunia karena es yang mencair dikedua kutub.
Tentunya kita tidak menginginkan dunia ini tenggelam karena es mencair akibat pemanasan global, atau sebaliknya semua daratan yang ada berubah menjadi gurun sehingga pangan sulit didapat. Karena itu IPCC telah memprakarsai ide tentang teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbondioksida, seperti pembangkit listrik tenaga air, tenaga angin atau tenaga surya. Mobil bertenaga hydrogen, listrik serta surya telah diperkenalkan.
Namun hal tersebut sebagian masih dipandang kurang praktis atau efisien, karena itu diharapkan setiap Negara berupaya mengurangi emisi dengan kebijakannya masing-masing. Syarat uji emisi untuk pembayaran pajak misalnya, dan yang lebih ekstrim lagi di Cina yang berhasil menurunkan polusinya dengan wajib bersepeda dan menggunakan tenaga nuklir dan surya untuk pabriknya. Namun yang lebih penting adalah kesadaran kita untuk hemat energi dengan menghemat pemakaian energi apapun, contoh: pemakaian listrik secara hemat sampai kepada industri daur ulang limbah
Segala bencana akibat pemanasan global akan dapat terelakkan jika kita sadar dan memilih untuk hidup ramah lingkungan atau melestarikan alam secara menyeluruh, tentunya dengan sarana sosial politik yang bijak, walaupun kita tidak dapat meramalkan masa depan.
Kesimpulan dan Saran
1. Pemanasan global terjadi karena efek rumah kaca oleh bertambahnya karbondioksida dengan cepat akibat pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon
2. Dibuat suatu kebijakan untuk beralih dari BBM dan batubara atau bahan baker fosil.
3. Melindungi paru-paru bumi yaitu hutan sebagai penetral karbondioksida.
4. Hemat energi dijadikan budaya.
Oleh: Imbuh Yuwono
Pemanasan global sedang terjadi, beberapa tahun lalu istilah ini hanya sebuah wacana, tetapi sekarang bukti-bukti yang nyata terpampang di hadapan kita. Berbagai bencana muncul karenanya
Selasa, 25 November 2008
PILIHAN DI TANGAN KITA
Diposting oleh
imbuhyuwono
di
01.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar