Selamat Datang Assalamu'alaikum Semoga Anda Selalu Sehat dan Ceria Hari ini Berdoalah Sebelum dan Sesudah Anda Beraktivitas

Jumat, 30 Januari 2009

UU PERLINDUNGAN KONSUMEN


UU PERLINDUNGAN KONSUMEN BAB 3 BAGIAN PERTAMA - HAK DAN KEWAJIBAN

Pasal 4

Hak Konsumen adalah:

a. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkosumsi barang dan/atau jasa;

b. hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;

c. hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;

d. hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;

e. hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;

f. hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;

g. hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;

h. hak untuk mendapatkan konpensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;

i. hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Pasal 5

Kewajiban konsumen adalah:

a. membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;

b beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;

c. membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;

d. mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

masih banyak brow............

Sumber :

http://www.asiatour.com/lawarchives/indonesia/konsumen/perlinkonsumenindex.htm

Pasal 4

Hak Konsumen adalah:

a. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkosumsi barang dan/atau jasa;

Read More......

Senin, 12 Januari 2009

temperatur dan kelembapan udara yang tinggi serta curah hujan yang melimpah

Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki karakteristik klimatologi yang khas, yaitu temperatur dan kelembapan udara yang tinggi serta curah hujan yang melimpah. Total curah hujan terutama ditentukan oleh Monsun Barat dan Daerah Konvegensi Intertropik (ITCZ). Pulau Jawa sebagai bagian integral dari kepulauan Indonesia berada di bawah pengaruh Monsun Asia yang terdiri dari Monsun Barat Laut (November-April) dan Monsun Tenggara (Mei-Oktober). Akibatnya Jawa bagian barat dan seluruh pesisir selatan mempunyai curah hujan rata-rata tahunan tinggi (lebih dari 2000 mm) dan tidak ada bulan kering (kurang dari 150 mm); sedangkan pada bagian timur laut mempunyai curah hujan antara 1500-2000 mm dan mempunyai bulan kering.

Curah hujan di Indonesia khususnya pulau Jawa juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang dikenal dengan El Nino dan La Nina. El Nino menyebabkan berubahnya zone konvergensi menjadi divergensi. Hal ini disebabkan karena adanya pemanasan samudera Pasifik yang mengakibatkan pusat tekanan rendah bergeser ke timur, sehingga di Indonesia tidak terjadi hujan; sedangkan kondisi La Nina memberikan pengaruh yang berlawanan. Badan Meteorologi dan Geofisika melalui Prosedur Peramalan Iklim menggolongkan daerah di Indonesia termasuk pulau Jawa ke dalam beberapa Daerah Prakiraan Musim (DPM), yang dibentuk berdasarkan daerah-daerah dengan perbedaan musim yang jelas.

Menurut Sudibyakto (2000) osilasi selatan berasosiasi dengan El Nino dan La Nina yang disebut ENSO. Landscheidt (2000) mengungkapkan bahwa ENSO merupakan sumber terkuat dalam variasi alami dari sistem iklim global; sehingga secara umum iklim Indonesia dipengaruhi oleh fenomena ENSO (BOM Australia, 2001). ENSO merupakan hasil siklus pemanasan dan pendinginan permukaan laut bagian tengah dan timur samudera Pasifik yang dikenal dengan nama El Nino dan La Nina (Daly, 2000). El Nino merupakan periode ketika temperatur permukaan laut pada bagian tengah dan timur samudera Pasifik tropis lebih panas dari normal; sedangkan La Nina dikatakan sebagai periode ketika temperatur permukaan laut lebih dingin dari normal (Phillander, 1985 dalam Kirono dan Khakim,1998). Kondisi normal samudera Pasifik ditandai dengan fenomena umbalan atau up welling (Daly, 2000).

Pada kondisi normal, Indonesia memiliki curah hujan yang besar karena merupakan pertemuan antara dua sirkulasi udara yaitu Sirkulasi Walker dan Sirkulasi Hadley (Tjasyono, 1999). Sebaliknya pada kondisi El Nino samudera Pasifik menjadi lebih panas dari normal, sehingga tekanan udaranya menjadi rendah, oleh karena itu, angin permukaan dari arah timur melemah dan wilayah hujan juga bergeser ke timur dan jatuh di samudera Pasifik yang berakibat tidak terjadinya hujan di Indonesia (Kirono dan Khakim, 1998; Wiratmo, 1998; Eakin, 2001).
Penelitian ini menggunakan data curah hujan musiman tahun 1951-1997 pada masing-masing DPM. Data yang digunakan terdiri dari empat parameter hujan yaitu Permulaan Musim Hujan, Permulaan Musim Kemarau, Total Hujan Musim Hujan dan Total Hujan Musim Kemarau. Pengaruh ENSO terhadap permulaan musim hujan yaitu adanya El Nino memperlambat permulaan musim hujan dan adanya La Nina mempercepat permulaan musim hujan. Kondisi La Nina mempunyai pengaruh yang nyata yaitu memperlambat permulaan musim kemarau, hal ini dapat dimaklumi karena selain daerah yang bersangkutan sedang mengalami musim hujan, juga mengalami tambahan input hujan dari kondisi La Nina. Walau demikian kondisi ini tidak berlaku pada tahun tertentu (1971, 1977, dan 1988).

El Nino kurang berpengaruh terhadap Total Hujan Musim Hujan. Hal ini teramati dari tingkat penyimpangan yang tidak terlalu jelas apakah mengurangi atau menambah total hujan; sebaliknya pada kondisi La Nina Total Hujan Musim Hujan cenderung meningkat, walaupun hanya sedikit. Sedangkan pengaruh ENSO terhadap Total Hujan Musim Kemarau cukup besar. Kondisi El Nino mengurangi Total Hujan Musim Kemarau yang cukup besar dengan penyimpangan mencapai 97% dan 100%. La Nina memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan Total Hujan Musim Kemarau dengan memberikan penyimpangan lebih dari 127% dan 196%.

Sumber : Raswa, E.,2001, Pengaruh El Nino Southern Oscillation Terhadap Sebaran Curah Hujan Di Pulau Jawa, Skripsi Sarjana, Fakultas Geografi, UGM, Yogyakarta.


Jawa bagian barat dan seluruh pesisir selatan mempunyai curah hujan rata-rata tahunan tinggi (lebih dari 2000 mm) dan tidak ada bulan kering (kurang dari 150 mm); sedangkan pada bagian timur laut mempunyai curah hujan antara 1500-2000 mm dan mempunyai bulan kering.

Read More......

PERSONALITY DEVELOPMENT by John Robert Powers


PERSONALITY DEVELOPMENT


Hampir semua individu, apabila sanggup berkata jujur, umumnya tidak mengenali serta memahami dirinya sendiri. Hal ini terbukti dengan masih seringnya mereka bersikap di luar kontrol, bahkan berperilaku yang tidak sesuai tanpa mereka sadari. Pada dasarnya, kepribadian seseorang tercermin dari sikap, perilaku dan tutur bahasa yang digunakan. Karena itu, pengenalan akan diri sendiri sangatlah penting bagi setiap individu agar dapat menempatkan diri dan dapat diterima oleh berbagai macam lingkungan serta beragam karakteristik individu.

Keserasian hubungan dalam lingkungan akan membuahkan manfaat apabila masing-masing individu memiliki kepekaan terhadap keadaan yang diharapkan oleh lingkungan tersebut. Untuk dapat menciptakan keserasian hubungan antar individu dibutuhkan pemahaman akan konsep diri yang tepat. Konsep diri yang tepat membantu individu untuk menyadari siapa dirinya (sisi positif dan negatif), dalam posisi mana dia berada, serta apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Dengan kata lain, konsep diri yang tepat merupakan alat kontrol bagi sikap dan perilaku seseorang.

Inti Program Personality Development (Pengembangan Pribadi) John Robert Powers adalah mempelajari cara memahami diri sendiri baik secara fisik, moral maupun kemampuan berpikir. Melalui pemahaman diri yang tepat diharapkan masing-masing individu mampu menekan/mengurangi sisi-sisi negatif dan meningkatkan sisi-sisi positif.

Personality Development John Robert Powers merupakan program dasar yang harus diikuti sebelum seseorang memperoleh ketrampilan-ketrampilan lain. Melalui penguasaan program dasar tersebut, diharapkan seseorang sudah lebih mengenal “siapa dirinya”, memperbaiki penampilan dengan pemahaman tentang etika berbusana yang tepat, serta menguasai teknik berbicara dan bersikap melalui pemahaman tentang etika percakapan dan pergaulan.

Efektifitas program tersebut sangat tergantung pada seberapa jauh siswa dapat menerima dirinya dan seberapa besar keinginannya untuk berubah.

PUBLIC COMMUNICATION


Hasil penelitian beberapa ahli mengatakan bahwa ketakutan sebagian orang untuk berbicara di depan umum lebih besar dibandingkan ketakutan untuk menghadapi kematian, sehingga banyak orang enggan dan kehilangan kepercayaan diri ketika harus berdiri berbicara di hadapan sejumlah orang.

Program Public Communication John Robert Powers melatih individu untuk memiliki ketrampilan berbicara layaknya seorang professional speaker. Konsep yang mengatakan bahwa seorang speaker adalah “dilahirkan“ (talented) tidak pernah ada di dalam program Public Communication John Robert Powers; yang ada hanyalah bagaimana seseorang memahami teori komunikasi secara benar, penguasaan olah vokal dan pemahaman tentang dampak psikologis suatu presentasi terhadap pendengar/audience. Seorang presenter harus memahami latar belakang dirinya serta latar belakang audience yang akan dihadapi, agar tidak terjadi distorsi dan memperoleh hasil yang optimal.


Kita harus menyadari bahwa apapun profesi kita, kemampuan presentasi merupakan tuntutan agar orang lain mengenal kita secara pribadi sekaligus produk atau perusahaan yang kita wakili.

Dunia bisnis saat ini menuntut penjual untuk mengenalkan produk terlebih dulu sebagai landasan pertimbangan bagi customer untuk membeli sebuah produk. Peserta Program Public Communication John Robert Powers diharapkan memiliki kemampuan sebagai professional presenter yang mengerti akan tuntutan dunia bisnis saat ini. Kemampuan ini akan mempermudah mereka dalam mengembangkan apapun bidang yang sedang mereka tekuni, baik sebagai eksekutif, master of ceremony, broadcaster maupun entertainer.

EXECUTIVE PROGRAM


Menghadapi tantangan dunia kerja saat ini, tidak cukup hanya berbekal kemampuan akademis semata. Institusi pendidikan formal hanya memungkinkan kita untuk memperoleh pengetahuan dengan cara pendekatan cognitive atau transfer knowledge, kurang diimbangi dengan praktek langsung. Karena itu, dalam menyelesaikan masalah-masalah di lapangan kerja tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan ilmu akademis saja.

Keberhasilan seseorang di dunia kerja membutuhkan ketrampilan lain yang mengacu kepada profesionalisme seorang eksekutif. Ketrampilan tersebut antara lain: penguasaan emosi, kepemimpinan, kerja sama dengan lingkungan, motivasi, ketrampilan bernegosiasi, penciptaan harmonisasi hubungan antara perusahaan dengan media, pemahaman dinamisasi tuntutan customer, serta penguasaan teknologi untuk kecepatan informasi dan efisiensi perusahaan.

Program Eksekutif John Robert Powers didesain melalui penelitian khusus dan berkala, sehingga sangat applicable pada dunia kerja. Diharapkan siswa yang mengikuti program tersebut merasa lebih mudah mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam meniti karir.

Filosofi yang mengatakan bahwa “proses sukses bagi setiap individu dapat melalui banyak pintu” berlaku bagi peserta Program Eksekutif John Robert Powers, mengingat program tersebut merupakan jalan pintas meniti karir tanpa harus mengorbankan waktu berlama-lama menuntut ilmu.

Program Eksekutif John Robert Powers dapat diikuti oleh berbagai profesi, baik bagi mereka yang akan memasuki dunia kerja maupun para eksekutif yang ingin meningkatkan profesionalisme dalam berkarir.

ACTING & MODELING


Sejarah John Robert Powers, yang berdiri pada tahun 1923, berawal dari dunia model dan keartisan. Berbekal pengalaman yang cukup lama, materi-materi Program Modeling dan Acting John Robert Powers telah teruji efektifitasnya. Materi tersebut mempersiapkan siswa agar memiliki wawasan sebagai model dan artis bertaraf internasional terutama dalam hal profesionalisme bekerja serta pemahaman terhadap filosofi dunia model dan artis yang sebenarnya.

Program Modeling dan Acting John Robert Powers tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin menjadi model catwalk semata-mata, namun juga bagi mereka yang memiliki bakat dibidang acting dan dunia periklanan. Seperti program-program yang lain, sistem pendidikan program ini terbagi dalam beberapa level, dimulai dari level dasar sampai level yang lebih tinggi

CORPORATE TRAINING


Materi Program Corporate Training John Robert Powers didesain khusus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam perusahaan sesuai tuntutan persaingan di dunia usaha saat ini. Kebutuhan manusia yang hakiki adalah dihargai oleh orang lain dan bukan hanya diperlakukan sebagai mesin. Realita ini disadari oleh para staf maupun eksekutif dalam melakukan aktifitas keseharian di tempat kerja. Perusahaan yang memahami tuntutan tersebut tentunya akan melakukan “take and give“ dalam memobilisasi karyawannya. Selain menuntut mereka bekerja secara optimal, perusahaan juga hendaknya memberikan pelatihan ketrampilan-ketrampilan khusus untuk meningkatkan kualitas kemampuan mereka.

Banyaknya persoalan yang timbul di lingkungan internal perusahaan akan mempengaruhi kelancaran operasional yang berdampak negatif terhadap kepercayaan masyarakat selaku customer atau pihak eksternal. Efektifitas pelatihan Program Corporate Training John Robert Powers sangat tergantung pada seberapa jauh keterbukaan pihak manajemen terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di perusahaannya dengan pihak JRP serta tindak lanjut yang dilakukan setelah pelatihan diberikan.

KIDS PROGRAM


Anak-anak ibarat sebuah papan tulis yang masih bersih. Kepribadian mereka tergantung pada tulisan yang dicoretkannya dan akan selalu diingat sampai mereka dewasa. Untuk itu, pembentukan sikap yang benar bagi kepribadian mereka hendaknya dimulai dari usia kanak-kanak.

Kids Program John Robert Powers didesain dengan pertimbangan bahwa tuntutan jaman saat ini membuat para orang tua, ayah maupun ibu, bekerja, sehingga tidak memiliki waktu cukup untuk membimbing anak-anak mereka terutama dalam hal pembentukan sikap dan perilaku yang positif dalam diri pribadi anak maupun sikap mereka terhadap lingkungan. Hal ini pada akhirnya akan menimbulkan banyak permasalahan saat mereka dewasa. Bila kita amati, penurunan kualitas moral pada remaja-remaja saat ini sebagian besar disebabkan karena lingkungan keluarga.

Materi-materi yang diberikan dalam Kids Program John Robert Powers lebih di fokuskan pada bagaimana mengajar mereka agar memiliki sikap mandiri serta rasa tanggung jawab sebagai anak dan juga sebagai siswa di lingkungan sekolah. Mereka diharapkan mampu menyelesaikan masalah di sekolah sendiri, berani mengemukakan pendapat secara benar melalui ketrampilan komunikasi, memahami tata cara bersosialisasi dengan lingkungan, mengerti cara memilih lingkungan yang tepat, memiliki ketrampilan sebagai master of ceremony, dan menguasai teknik kepemimpinan. Lulusan program ini diharapkan menjadi anak-anak yang penuh percaya diri, mampu bergaul, disiplin dan mandiri.


Hampir semua individu, apabila sanggup berkata jujur, umumnya tidak mengenali serta memahami dirinya sendiri. Hal ini terbukti dengan masih seringnya mereka bersikap di luar kontrol, bahkan berperilaku yang tidak sesuai tanpa mereka sadari

Read More......
Original Design by : x-template.blogspot.com.

Modified by : Imbuh Yuwono Email: Imbuh_y@yahoo.co.id