Selamat Datang Assalamu'alaikum Semoga Anda Selalu Sehat dan Ceria Hari ini Berdoalah Sebelum dan Sesudah Anda Beraktivitas

Selasa, 25 November 2008

PILIHAN DI TANGAN KITA




Pemanasan global sedang terjadi, beberapa tahun lalu istilah ini hanya sebuah wacana, tetapi sekarang bukti-bukti yang nyata terpampang di hadapan kita. Berbagai bencana muncul karenanya, mulai dari mencairnya es di Amerika Utara, hilangnya gletser di pegunungan Alpen Eropa, badai dan kekeringan yang tidak biasa di mediterania, angin ribut, tanah longsor dan banjir di Asia Tenggara serta Amerika Latin (Pred Pierce, 2002). Faktor-faktor yang menyebabkan pemanasan global sangat kompleks dan saling berkaitan dan dampak kombinasinya sulit diprediksi. Memang tidak seorangpun yang dapat menduga masa depan dengan tepat, namun minimal dengan mengetahui penyebabnya, kita dapat mencegah kondisi menjadi lebih parah dan sebaiknya berupaya menguranginya.




Pendahuluan

Peningkatan jumlah karbondioksida pada atmosfer bumi yang ditemukan para ahli dari tahun 1980an ternyata benar akan membawa dampak peningkatan suhu bumi yang dikenal dengan istilah pemanasan global (global warming).

Jauh sebelum global warming terkenal, masyarakat dunia telah mengetahui istilah penipisan (reduksi) lapisan ozon di stratosfer yang merupakan lapisan kedua setelah troposfer yang berfungsi sebagai penyaring beberapa ultraviolet keras dari radiasi matahari yang dapat menyebabkan kanker kulit, peningkatan penyakit katarak, menurunkan sistem kekebalan tubuh, turunnya jumlah plankton di laut dan penurunan hasil pertanian (Tjasyono, 2007).

Semua hal tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia yang mencemari atmosfer bumi dengan berbagai macam zat buangan sejenis karbondioksida. Kondisi ini diperparah dengan penggundulan hutan yang merupakan penyerap karbondioksida terbesar dan penghasil oksigen untuk bernafas.

Efek pencemaran udara karena aktivitas manusia terutama dari daerah padat penduduk mempunyai beberapa tingkatan, mulai dari perubahan komposisi gas seperti menipisnya ozon sampai kepada peningkatan suhu.


Efek Rumah Kaca

Sebagian besar ilmuan berpendapat bahwa efek rumah kaca menyebabkan pemanasan global. Gas rumah kaca yang mempertahankan suhu bumi agar tetap seimbang adalah uap air dan karbondioksida, tanpa adanya gas rumah kaca sebagai selimut, permukaan bumi akan membeku.

Namun demikian seperti yang diterangkan sebelumnya, akibat ulah manusia, terjadi penambahan gas rumah kaca yang sangat cepat di atmosfer kita sehingga suhu bumi meningkat dengan cepat juga.


Perubahan Ekosistem.

Dua bahaya pemanasan global yaitu iklim yang berubah dan kenaikan permukaan air laut. Kecepatan perubahan iklim yang terjadi ternyata melebihi kemampuan alam beradaptasi. Peningkatan suhu menyebabkan kekeringan yang lebih panjang, berkurangnya keanekaragaman makhluk hidup dalam hutan, dan bertambah luasnya daerah gurun, dan sejumlah habitat musnah.

Setelah kekeringan dahsyat yang melanda Amerika Serikat tahun 1988, PBB membentuk panel diskusi ilmiah untuk meneliti pemanasan global dan apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya yang disebut IPCC yaitu Intergovermental Panel on Climate Changes (Wibowo, 2002).


Segalanya dapat terelakkan

Berbagai upaya para ahli dilakukan untuk membuat suatu kesepakatan bersama demi keseimbangan planet ini, seperti protocol Kyoto 1997, dan KTT Bumi (Earth Summit) yang terakhir juga telah dilaksanakan di Bali awal tahun 2008. Kita juga pernah melihat bermacam film tentang pemanasan global seperti “water world” yang menggambarkan tenggelamnya dunia karena es yang mencair dikedua kutub.

Tentunya kita tidak menginginkan dunia ini tenggelam karena es mencair akibat pemanasan global, atau sebaliknya semua daratan yang ada berubah menjadi gurun sehingga pangan sulit didapat. Karena itu IPCC telah memprakarsai ide tentang teknologi ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbondioksida, seperti pembangkit listrik tenaga air, tenaga angin atau tenaga surya. Mobil bertenaga hydrogen, listrik serta surya telah diperkenalkan.

Namun hal tersebut sebagian masih dipandang kurang praktis atau efisien, karena itu diharapkan setiap Negara berupaya mengurangi emisi dengan kebijakannya masing-masing. Syarat uji emisi untuk pembayaran pajak misalnya, dan yang lebih ekstrim lagi di Cina yang berhasil menurunkan polusinya dengan wajib bersepeda dan menggunakan tenaga nuklir dan surya untuk pabriknya. Namun yang lebih penting adalah kesadaran kita untuk hemat energi dengan menghemat pemakaian energi apapun, contoh: pemakaian listrik secara hemat sampai kepada industri daur ulang limbah

Segala bencana akibat pemanasan global akan dapat terelakkan jika kita sadar dan memilih untuk hidup ramah lingkungan atau melestarikan alam secara menyeluruh, tentunya dengan sarana sosial politik yang bijak, walaupun kita tidak dapat meramalkan masa depan.


Kesimpulan dan Saran

1. Pemanasan global terjadi karena efek rumah kaca oleh bertambahnya karbondioksida dengan cepat akibat pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon
2. Dibuat suatu kebijakan untuk beralih dari BBM dan batubara atau bahan baker fosil.
3. Melindungi paru-paru bumi yaitu hutan sebagai penetral karbondioksida.
4. Hemat energi dijadikan budaya.

Oleh: Imbuh Yuwono
Pemanasan global sedang terjadi, beberapa tahun lalu istilah ini hanya sebuah wacana, tetapi sekarang bukti-bukti yang nyata terpampang di hadapan kita. Berbagai bencana muncul karenanya

Read More......

FENOMENA DI SAMUDRA HINDIA BERPOTENSI BESAR MEMPENGARUHI INDUSTRI PERTANIAN PADA SEBAGIAN WILAYAH BARAT INDONESIA



Laut merupakan komponen penting yang berpengaruh terhadap perubahan iklim di dunia. Salah satu pengaruh lautan yang cukup dominan adalah dalam proses terjadinya hujan yaitu sebagai penyedia uap air terbesar sehingga terjadi pola hujan dan membentuk iklim tertentu pada daratan di dekatnya. Iklim akan menghasilkan budaya pada manusia yang dipengaruhinya, seperti budaya pranata mangsa untuk petani padi di pulau Jawa sejak zaman kerajaan Mataram. Namun ketika terjadi penyimpangan terhadap pola tersebut dapat menimbulkan kerugian seperti munculnya gejala El Nino yang disebut-sebut sebagai biang keladi ekspor asap ke negara tetangga akibat kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan pada pertengahan Agustus-September 2006 yang lalu. El Nino merupakan salah satu bentuk penyimpangan cuaca yang menimbulkan kekeringan di sebagian besar Asia dan paling ditakuti oleh para pelaku industri pertanian. Gejala ini merupakan hasil interaksi lautan Pasifik sekitar equator dan atmosfir di atasnya yang muncul pada akhir tahun (Desember-Januari). Ternyata, selain El Nino, Indonesia juga mendapat ancaman kekeringan dan curah hujan tinggi karena penyimpangan suhu muka laut di lautan Hindia. Fenomena ini disebut sebagai Indian Ocean Dipole Mode (IOD) yang pertama kali ditemukan oleh Toshio Yamagata tahun 1999.



Pendahuluan.

Kekeringan yang melanda Indonesia selalu dihubungkan dengan gejala El Nino. Namun berdasarkan penelitian Jamstec (Japan Agency for Marine Earth Science and Tecnology) yang dimotori Prof. Yamagata terlihat ada fenomena kelautan lain yang dampaknya sama yaitu Indian Ocean Dipole Mode (IOD) Positif di lautan Hindia. Sedangkan IOD Negatif serupa dengan gejala La Nina di lautan Pasifik equator.

Tahun 1997-1998 Indonesia mengalami kekeringan yang dahsyat karena kemarau sangat panjang dari bulan Juni hingga Februari tahun berikutnya yang mengakibatkan beberapa luasan tanaman perkebunan di beberapa provinsi di Sumatera mati, sedangkan seharusnya El Nino sudah melemah berdasarkan pengamatan. Hal tersebut menyadarkan ada pengaruh lain dan perlunya penelitian lebih lanjut, terlihat bahwa ada pennurunan suhu muka laut di Samudra Indonesia setelah El Nino meluruh. Lalu terbukti gejala El Nino diikuti oleh gejala lain yang selanjutnya dikenal sebagai IOD Positif.


Bagaimana IOD Positif terjadi.

Berdasarkan penelitian, biasanya IOD dimulai pada bulan Mei atau Juni, mencapai puncak pada Oktober dan berakhir sekitar November dan Desember Periode IOD Positif berulang setiap 4-5 tahun sekali sedangkan El Nino setiap 3-7 tahun (Erma, 2008). Akibatnya, jika pada kondisi normal Indonesia masuk hujan sekitar Oktober dengan angin baratan bertiup yang mengandung banyak uap air, akan mengalami perpanjangan musim kemarau dengan arah angin berbalik pula dari arah timur yang kering.

IOD adalah penggabungan model iklim atmosfer dan lautan yang berpusat di wilayah tropik lautan Hindia, keadaan IOD berpengaruh kepada konveksi udara di Indonesia dan juga endapan regionalnya. Pada saat IOD Positif, ditandai dengan pendimginan permukaan air laut barat daya Sumatera sampai selatan Jawa yang cukup drastis dan sebaliknya pemanasan di pantai Timur Afrika (Sea Surface Temperature Anomaly atau SSTA), menimbulkan tekanan tinggi di Sumatera sampai Jawa yang mengakibatkan terjadi aliran massa udara ke wilayah barat (Afrika) dengan tekanan yang lebih rendah sehingga massa udara menumpuk dan memicu cuaca buruk.

Di dalam laut gejala ini mendorong gelombang Kelvin sepanjang equator bergerak ke Timur berlawanan arah angin yang menuju ke barat, pada akhirnya mengangkat thermocline (lapisan air yang menjadi batas massa air laut panas dan dingin di bawahnya) di barat daya Sumatera dan Selatan Jawa, lapisan air di bawah naik ke permukaan, air di permukaan terdorong ke barat, suhu air laut di permukaan menjadi lebih dingin atau sampai turun drastis. Dinginnya suhu muka laut mengurangi penguapan dan pertumbuhan awan berkurang, dapat dikatakan zona konveksi (daerah pembentukan awan-awan berpotensi hujan) bergeser ke arah barat (Afrika) sehingga kondisi cerah atau sedikit awan di Sumatera dan Jawa, kebalikannya di wilayah Afrika.


Prediksi dan Penelitian IOD.

Kapan IOD muncul memang sulit diprediksi. Namun upaya para ilmuan untuk mempertepat prakiraan gejala ini telah banyak mendatangkan hasil. Dimulai dengan dua orang ilmuan Jepang Prof. T. Yamagata dan Dr. NH. Saji yang menganalisa data SST lautan Hindia tahun 1958-1998 dikaitkan dengan banjir di Afrika Timur tahun 1961 dan kekeringan di Indonesia 1994 dan 1997 (Ishaq, 2008).

Serupa dengan El Nino sesuai dengan namanya yang berarti dua kutub di lautan Hindia, IOD dipresentasiikan oleh perbedaan suhu permukaan laut (SST) lautan Hindia bagian barat di pantai timur Afrika (wilayah 50º-70º BT dan 10ºLU-10ºLS) dengan lautan Hindia bagian timur di perairan barat daya Sumatera dan selatan Jawa (90º-110º BT dan 0º-10º LS) yang dijadikan sebagai dipole mode index (DMI), juga diteliti dengan perbedaan tekanan udara antara Capetown (Afrika) dan Padang (Indonesia) akibat interaksinya (MSJ and Yamagata, 2003).

Demikian beberapa komentar ahli:
“Tercatat banjir di Kenya dan kekeringan hebat di Australia pada tahun 2006 dan 2007 yang diyakini sebagai ulah IOD Positif, hal ini mulai terlihat kembali sekitar Mei lalu, ditandai dengan pendingian suhu muka laut di samudera Hindia timur sepanjang perairan Sumatera dan Jawa,” (Masumoto, 2008). Contoh lain: “Suhu di timur dekat Sumatera turun sekitar 0,5ºC, sedangkan di bagian barat dekat Afrika naik sampai 0,5ºC. Diprakirakan sampai September atau Oktober bahkan November, selisih ini akan mencapai satu derajat atau lebih, jika itu terjadi maka terbentuk DM Positif, lanjut Mezak, proses kekeringan di Indonesia dimulai sejak akhir Mei hingga awal Juni dan puncaknya bulan Agustus-September”, (Kompas, 2008).

Penelitian lanjutan IOD dilakukan dengan riset kelautan, penambahan pelampung pemantau iklim dari 12 menjadi 40 bouy kerjasama antara BPPT dan Jepang (Yuni, 2008), juga beberapa penelitian lainnya selayaknya untuk mendukung BMG.

Walaupun prediksi sifatnya global dan masih dalam perdebatan ilmiah para ahli, industri pertanian kita harus dapat lebih berhati-hati, karena selain El Nino masih ada potensi ancaman yang cukup besar, seperti yang terjadi tahun 1997-1998, El Nino dan IOD Positif berurutan terjadi, menyebabkan kekeringan hampir sepanjang tahun.


Dampak IOD Positif

Di Indonesia tahun 1994 terekam IOD Positif bersamaan dengan El Nino menyebabkan kemarau yang sangat kering sehingga banyak sumber air kering, lalu 1997-1998, setelah El Nino, IOD Positif muncul, akibatnya kemarau tambah panjang mematikan tanaman kelapa sawit dan tanaman perkebunan lainnya di Sumatera, juga ditambah kebakaran hutan penyebab ekspor asap.. Petani padi sepanjang tahun tidak bisa tanam padi sawah dan mengakibatkan paceklik.

Terjadi ledakan Algae akibat phytoplankton dari laut dalam naik ke permukaan laut di sepanjang pantai barat Sumatera dan selatan Jawa sehingga oksigen banyak diserap ke permukaan dan menyebabkan ikan besar menjauh dan terumbu karang banyak yang mati, seperti ditemuinya fosil terumbu karang di kepulauan mentawai bersamaan kejadian IOD (Nerille, 1994 dan 1997).

Bertolak belakang dengan di pantai timur Afrika dan daratan India yang mengalami musim hujan berlebih di atas rata-rata yang mengakibatkan banjir dan munculnya wabah penyakit.

Oleh karena itu akan lebih baik jika kita mengamati gejala di kedua samudera ini sehingga dampak buruknya dapat diminimalisasi.


Kesimpulan

1. Selain El Nino dan La Nina, ada fenomena kelautan lain yang disebut sebagai IOD Positif dan Negatif.
2. Walaupun masih dalam diskusi namun diyakini berpotensi besar mempengaruhi penyimpangan iklim wilayah barat Indonesia.
3. IOD dan El Nino merupakan fenomena yang terpisah atau tidak berkaitan.

Oleh: Imbuh Yuwono
Ternyata, selain El Nino, Indonesia juga mendapat ancaman kekeringan dan curah hujan tinggi karena penyimpangan suhu muka laut di lautan Hindia. Fenomena ini disebut sebagai Indian Ocean Dipole Mode (IOD) yang pertama kali ditemukan oleh Toshio Yamagata tahun 1999.

Read More......

WASPADA PANCAROBA


akibat cuaca ekstrim musim pancaroba misalnya tanah longsor, pohon atau tiang-tiang reklame tumbang dan banjir, bahkan ditemui maraknya kasus penyakit akibat virus. Flu burung, DBD dan typhus adalah penyakit yang disebabkan virus yang tercatat menjamur pada musim peralihan ini. Oleh karena itu hendaklah kita waspada, namun jangan sampai timbul kekhawatiran.

Pendahuluan.

Matahari sebagai sumber energi utama di bumi merupakan penyebab terjadinya peristiwa-peristiwa cuaca pada suatu wilayah, posisi matahari terhadap bumi membentuk perbedaan iklim akibat penerimaan panas (radiasi) yang berbeda.

Rotasi bumi searah jarum jam mngakibatkan adanya siang dan malam dan gerak semu matahari, terbit dari timur dan tenggelam di barat. Begitu pula dengan revolusi bumi mengelilingi matahari dalam 365 hari atau 1 tahun menjadikan perbedaan musim pada bulan-bulan tertentu bersamaan terlihatnya pergerakan semu matahari di bumi ke utara dan selatan equator (23,5ºLU - 0º -23,5ºLS).
Daerah beriklim tropis seperti Indonesia mempunyai pola curah hujan (musim) yang sebagian besar dipengaruhi oleh angin moonsun dengan satu puncak hujan, sehingga terbagi menjadi dua musim yaitu musim hujan (basah) dan kemarau (kering) serta dua masa peralihan yang disebut musim pancaroba
Teknis Penentuan Masa Pancaroba.
Umumnya diamati dua pola dalam penentuan masa transisi ini, yaitu pengamatan perubahan curah hujan dan perubahan arah angin dalam setahun. Selain itu, suhu dan kelembaban udara juga membantu kita dalam prediksi pancaroba.
1. Pengamatan pola hujan.
Musim hujan adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan biasanya dalam jangka waktu tertentu secara tetap. Secara teknis meteorologi, dianggap mulai terjadi apabila curah hujan dalam tiga dasarian berturut-turut telah melebihi 50 mm per meter persegi per dasarian dan berlanjut terus (minimal 150 mm per bulan).
Apabila hal ini belum terpenuhi namun curah hujan telah tinggi kondisinya dianggap sebagai peralihan musim (pancaroba), misalnya takaran hujan sudah lebih 50 mm dalam satu dasarian tetapi tidak diikuti ke dasarian berikut atau tidak berlanjut, maka dapat dikatakan pancaroba. Begitu juga sebaliknya penentuan musim hujan ke musim kemarau dengan melihat berkurangnya curah hujan.
2. Pengamatan pola angin.
Angin moonsun dengan ciri berubah arah paling sedikit 120º dua kali dalam setahun sekitar bulan Januari dan Juli dengan kecepatan angin lebih dari 3 m/s (Khromov dan Ramage) merupakan salah satu patokan. Jika sifat angin ini yakni arah dan kecepatannya masih belum mantap atau berubah-ubah, dianggap pancaroba atau peralihan sedang terjadi.
Indonesia mengalami masa peralihan musim dua kali, bulan Maret hingga Mei adalah peralihan musim hujan ke musim kemarau bisa disebut sebagai transisi I dan September sampai November sebagai transisi II merupakan peralihan ke musim hujan

Efek dan Gejala Musim Transisi
Pergerakan matahari menjauh dari equator ke utara (mulai Maret) dan menuju selatan (mulai September) menyebabkan masa pancaroba dimulai, ditandai dengan peristiwa-peristiwa cuaca yang sulit diprediksi karena gejalanya sangat lokal atau tidak merata. Selain itu juga berdampak kepada kegiatan kita.
Cuaca panas dan pengap di pagi hari karena mendung serta hujan lebat tidak merata sesaat pada siang atau sorenya sering terjadi pada transisi II, sedangkan langit cerah tetapi terasa udara lebih dingin adalah ciri awal transisi I.
Namun peluang terjadi angin kencang seperti putting beliung (leysus), petir dan hujan lebat dengan tiba-tiba serta tidak merata bahkan ada yang disertai es pada siang dan sore hari, tetap sama saja antara kedua masa peralihan ini.
Akibatnya sering terjadi pohon dan tiang listrik, reklame atau menara tumbang di terjang angin juga longsor dan banjir pernah terjadi pada masa ini. Kemudian ditemukan pula meningkatnya penderita penyakit akibat virus seperti flu burung (AI atau H5N1), demam berdarah (DBD) dan thypus (gangguan pencernaan perut).

Oleh: Imbuh Yuwono

Di Indonesia, peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya disebut dengan musim pancaroba. Masa peralihan musim ini menimbulkan kejadian cuaca yang sangat sulit di prediksi seperti angin kencang, hujan lebat dan petir yang sifatnya mendadak, sesaat serta hanya terjadi pada daerah tertentu saja. Beberapa daerah mengalami musibah

Read More......

Istilah 2x Blog



* Blog
Blog : istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar.
Weblog : istilah lain dari blog.
Blogging : kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam dunia blog.
Blogger : seseorang yang melakukan blogging.
arti lainnya: sebuah layanan blog dari google.
Blogosphere : komunitas dalam blogging.
Posting : kegiatan untuk mengirimkan artikel ke dalam blog.
Bentuk-Bentuk Blogging
Photoblogging : sebuah blog yang difokuskan pada dunia Photografi dan gambar-gambar.
Podcasting : metode untuk mendistribusikan file multimedia (video/audio) secara online melalui feeds
Autocasting : bentuk podcasting secara otomatis.
Blogcasting : penggabungan blog dan postcas dalam sebuah wensite.
Vlog / Vlogging : jenis blogging yang lebih senang menggunakan video daripada text.
Audioblog / Audioblogging : jenis blogging yang lebih senang menggunakan audio/musik daripada text.
Moblogs / Moblogging kegiatan blogging dengan menggunakan HP (handphone).

* Komponen dan Fungsi-Fungsi Blog
Index page : halaman depan dari blog.
Header : bagian paling atas blog.
Footer :bagian paling bawah blog.
Sidebar : kolom-kolom yang berada di sisi blog.
Link : proses untuk menghubungkan ke suatu postingan/kontent atau ke web/blog yang lain.
Archive : sekumpulan/arsip dari semua postingan. Bisa dikelompokkan dalam bulan, tahun dsb.
Categories : sekumpulan/sekelompok spesifik dari beberapa artikel.
Commnets : Kompentar-komentar dari para pembaca blog.
Captcha : kependekan dari "Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart", yaitu sebuah gambar yang berisi kata atau huruf yang harus diketikkan untuk verifikasi. Berguna untuk menangkal spam.
Ping (Packet Internet Grouper) : berfungsi untuk memberitahu layanan-layanan yang berhubungan dengan blog (seperti tchnocarty dkk) bahwa kita baru menambah atau mengupdate konten blog kita.
Trackback : berfungsi untuk memberitahu bahwa kita me-link ke postingan atau kontent blog orang lain.
Blogroll : sekumpulan link yang dijukan ke blog yang lain.
Template : desain dasar blog.
Plugin : sebuah file yang berfungsi untuk menambah feature2 blog.
Dashboard : sebuah tampilan yang berisi kontrol-kontrol, tool, setting dll saat pertama kali kita login ke blog account.

*Penyedia Layanan Blog
Blogger/Blogspot : Layanan blog gratis dari google.
Wordpress : Salah satu layanan blog gratis yang lain, memiliki feature yang lebih lengkap daripada blogger.com tapi kita tidak bisa mengotak-atik script HTML, kalo mau mengedit harus bayar dulu, jadi buat yang gratisan nggak bisa ngedit.
LiveJournal : Tolls blogging gratis dari SixApart
TypePad : Tolls blogging tidak gratis (bayar) dari SixApart.

* Bloging Habits
Metablogging : menulis artikel tentang blogging.
Blogstipation : blogger yang sedang malas ngeblog, karena sedang bad mood atau nggak pingin ngeblog.
Blogopotamus : Postingan blog yang sangat panjang.
Bleg : adalah ketika seseorang memohon pada sebuah blog.
Blego : Blog+Ego, ukuran kekayaan blogger.
Blog Hopping : Berpindah-pindah dari satu blog ke blog yang lain.
Blogroach : Komentator yang tidak setuju dengan postingan atau kontent suatu blog, biasanya diungkapkan dengan kata-kata yang kasar.
Blogoholic : Pecandu Blog.
Blogorific / Blogtastic Suatu hal yang dahsyat dari perkataan blogger.
Blogsit : Pemeliharaan blog ketika sang pemilik utama blog sedang bepergian atau sedang liburan.
Blogvertising/Blogvert : Iklan-iklan yang ada di blog.
Blurker : Pembaca blog yang hanya melihat-lihat saja, tidak memberikan komentar atau apapun.
Blogathon : mengaupdate blog setiap 30 menit dan selama 24 jam non-stop.
Blogiversary : Ulang tahun Blog.
Blog Carnival : Link ke artikel yang lain yang disamarkan dengan topik yang spesifik.
Multiblog : menjalankan banyak blog.
Blog Tipping : pujian atau ucapan selamat setiap tanggal 1 setiap bulannya.
Blogger Bash : Pesta para blogger.
Reciprocal Links / Link Exchange : atau Link Love, saling me-link antara blog yang satu dengan blog yang lain.
Linkbaiting : menulis artikel yang bagus supaya dilink oleh blog yang lain.
Hitnotice : me-refresh browser berulang-ulang untuk melihat hit-counter atau melihat apakah ada komentar yang baru atau tidak.
Blogstorm / Blogswarm : Kegiatan komunitas blogger yang sangat besar.
Blogsnop : menolak respon dari komentator yang bukan temannya.
Doppelblogger : blogger yang menjiplak konten dari blog orang lain.
Blogophobia takut terhadap blog atau blogging.
Blogeerel : opini yang sama yang dikirim berulang-ulang pada sebuah blog.

Aduh capek nih, ngaso dulu ah, minum kopi dulu bos biar seger. huuaaaahhhhh...
hup..hap..hup..hap..huaaaahhhhhhhhhh
yak, udah seger lagi, mari kita lanjutkan.

* Tipe-Tipe Blogger
Problogger : Blogger yang sudah profesional.
Blogebrity : Blogger yang sangat terkenal, kayak selebriti gitu.
Blogerati : Komunitas Blogger yang sudah pinter-pinter.
Blognoscenti : Blogger yang memiliki kemampuan yang spesial.
Commnetariat : Komunitas para komentator (lho emangnya ada? :D ).
Dooced : kehilangan pekerjaan gara-gara blognya.
Blogther : teman/saudara/keluarga blogger.
Blogstar : Blogger yang mengoperasikan blog yang sangat populer.

* Web/Blog Feeds
Web Feed : format data yang disediakan untuk user agar bisa berlangganan pada postingan sebuah blog.
RSS : adalah sebuah file berformat XML untuk sindikas. RSS mengijinkan kita untuk berlangganan kepada web/blog yang menyediakan umpan (feed) RSS. RSS kependekan dari Really Simple Syndication (RSS 2.0), Rich Site Summary (RSS 0.91, RSS 1.0), RDF Site Summary (RSS 0.9 and 1.0).
XML : (eXtensible Markup Language).
RDF : (Resource Description Framework)
Atom : hampir sama dengan web feed.
Photofeed : web feed dengan lampiran gambar.

waduh, udah capek lagi nih. besok lagi ah lanjutannya. daaaaa...

Buat kamu masih hijau yang belum tahu banyak tentang dunia blog, ini ada beberapa istilah-istilah yang perlu kamu ketahui. Buat yang sudah merah, yang sudah banyak makan garam dunia blog juga nggak ada salahnya kok baca-caca artikel ini. Disini sengaja tidak disusun menurut abjad tapi disusun berdasarkan kategori masing-masing.

Read More......
Original Design by : x-template.blogspot.com.

Modified by : Imbuh Yuwono Email: Imbuh_y@yahoo.co.id